Cara Install Ubuntu

Untuk menginstall Ubuntu Anda harus mengerti konsep tentang partisi dan file-system. Sekadar
memberitahu Anda, partisi adalah suatu bagian harddisk tempat “mewadahi” kerja program sistem-operasi. Bila sistem-operasinya berbeda maka bentuk partisinya pun berbeda, karena cara kerja tiap sistem operasi berbeda. Bentuk (format) partisi ini dinamakan file-system. Filesystem Linux berbeda dengan Windows.Pada kenyataannya Linux hanya bisa bekerja dengan baik di atas harddisk dengan format file-system berjenis extended (ext2 dan ext3) serta jenis Reiser, sedangkan Window$ hanya bisa bekerja di atas file-system jenis NTFS dan FAT32. Jadi pada praktek ini, sebelum kita menginstalasi Linux di harddisk, kita harus membuat partisi dengan filesystem ext3.

Selain itu, sistem operasi hanya bekerja di atas partisi Primary, bukan Extended. Extended biasanya digunakan untuk menyimpan data.

Membagi Partisi di HDD

Bila kita menggunakan LiveCD Ubuntu, kita memakai program pembuat dan penata partisi “GParted” yang bisa diakses dengan memilih Menu System > Administration > Gnome Partition Editor. Sedangkan bila memakai Kubuntu, kita bisa memakai program “QTParted” yang bisa diakses dengan memilih menu K > System > QTParted.

Perhatian! Partisi yang akan diformat dan di-resize aka menghapus semua isi data dalam partisi yang bersangkutan. Berhati-hatilah dan lakukanlah back-up sebelumnya.
Perhatikan gambar di bawah ini

gparted2kecil.png
isilah jendela dialog di bawah ini pada baris terakhir “Free Space Following (MiB)” dengan nilai 4334 (dalam satuan Megabyte). Itu artinya partisi kosong sebesar 4 Gigabyte akan kita buat di urutan partisi berikutnya. Dengan demikian baris “New Size” jumlahnya akan berkurang, karena ruang partisi induknya sudah di ambil. Warna kuning pada kotak hijau adalah banyaknya data kita di dalamnya. Lalu klik tombol “Resize/Move”.

gparted4kecil.png
Setelah selesai, ubahlah ruang kosong yang tersisa di harddisk Anda menjadi format ext3. Caranya klik kanan ruang kosong tersebut lalu pilih “Format to: ext3”. Dulu saya pernah mempartisi harddisk dengan ext3 (ada yang Primary dan ada yang Extended), sehingga di layar pun sudah tersedia partisi dengan format filesystem ext3. Sedangkan bagi yang belum pernah, maka tampilan harddisk ext3 akan ditampilkan setelah proses perubahan. Pada harddisk saya partisi Primary tersedia tiga buah yaitu [/dev/hda1], [/dev/hda3], dan [/dev/hda4]. Sedangkan partisi Extended ada empat (di bawah cakupan [/dev/hda2]) yaitu [/dev/hda5], [/dev/hda6]. [/dev/hda7], dan [/dev/hda8].

gparted1kecil.png
Anda juga perlu mengambil ruang kosong minimal 256 Megabyte untuk dijadikan filesystem swap. Swap bekerja sebagai pembantu memory (di Windows dinamakan pagefile). Kita harus membuatnya terpisah di sistem Linux. Caranya seperti tahapan membuat partisi di atas. Hanya saja kita pilih “Format to:” dengan memilih “swap”.

Setelah memiliki partisi dengan filesystem ext3 dan swap, kita bisa memulai proses instalasi.

Langkah Instalasi

Untuk memulainya, klik ganda icon “install” di layar desktop.
Berikutnya adalah jendela dialog “Welcome”, jika Anda menginginkan bahasa Indonesia pilihlah dari kolom sebelah kiri. Dengan demikian dialog dan setting selanjutnya akan diganti dengan bahasa kita. Lalu klik tombol “Maju” di bawah.
screenshot0003kecil.png

Sekarang muncul jendela tentang lokasi dan zona waktu kita, pilihlah Jakarta. Klik tombol “Maju”.
screenshot-instal0004kecil.png

Di jendela berikutnya pilihlah lay-out keyboard “U.S English” sebagai standar internasional. Bila Anda menggunakan komputer Macintosh (iBook/Powerbook) yang prosesornya kompatibel (PowerPC G4 dan G5) maka pilihlah di “U.S English-Macintosh” di kolom kanan. Klik tombol “Maju”.
screenshot-instal0005kecil.png

Kemudian kita akan menjumpai jendela dialog pilihan cara bagaimana kita akan mempartisi harddisk kita. Pilihlah cara Manual. Lalu klik “Maju”.

Maka akan muncul jendela daftar partisi seperti screeshot di bawah ini. Saya menyorot (mengeklik) partisi [/dev/hda3] untuk diubah “mount poin”-nya dari posisi [/media/hda3] menjadi direktori root [/]. Proses “mounting” adalah proses pengaitan alat penyimpanan ke sistem. Apabila kita membuat “mount poin” berarti kita membuat semacam tanda agar nantinya partisi yang bersangkutan dikaitkan sesuai derajatnya di sistem. Direktori root [/] adalah direktori tertinggi dalam struktur manajemen file di Linux. Maka saya membuat salah satu partisi sebagai root [/].

Anda bisa mengubah “mount poin” menjadi root dengan memberinya tanda slash [/].
snapshot8kecil.png

Pada tahap berikutnya Anda perlu mengisi nama user Anda di Ubuntu dan password-nya. Klik “Maju”.

Berikutnya akan muncul jendela ringkasan setting global yang tadi telah Anda lakukan. Klik “Install”.
screenshot-instal14kecil.png

Inilah proses puncaknya. Sistem Ubuntu disalin ke komputer Anda. Di komputer saya, proses loading ini memakan waktu sekitar dua puluh lima menit.
screenshot-instal15kecil.png

Jika telah selesai, kita akan diberi pilihan me-restart komputer kita atau meneruskan LiveCD.
screenshot-instalasi-selesaikecil.png

Ketika anda memilih untuk restart komputer maka LiveCD Ubuntu akan keluar dari CR-ROM anda secara otomatis.
Ketika muncul user untuk login maka anda harus memasukkan “user name” dan “password” yang tadi anda buat.

Nah, Kini Alah Bisa MakaiLinux Ubuntu …. Silahkan Coba